Ada yang
berbeda dari pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini jika dibanding tahun-tahun
sebelumnya. Perbedaan tersebut menyangkut penentuan kelulusan peserta didik.
Jika pada tahun sebelumnya penentuan kelulusan berdasar kriteria kelulusan yang
dibuat pemerintah, tahun ini kriteria kelulusan ditentukan oleh tiap-tiap
satuan pendidikan. Artinya, Anda lulus atau tidak ditentukan sekolah Anda.
Wah, kalau
begitu nggak masalah kan kalau nilainya jelek, yang penting kan lulus, jadi
nggak apa-apa kan kalau nggak susah payah belajar. Begitukah?
Sepintas,
penentuan kelulusan tahun ini lebih mudah dari tahun lalu, nyatanya tidak.
Mengapa? Sekolah Anda tentu memiliki stAndar kelulusannya masing-masing. Tentu
saja sekolah Anda mempunyai pertimbangan
dan tidak begitu mudahnya meluluskan Anda. Sekolah Anda tentu malu
meluluskan peserta didiknya yang memiliki nilai jauh di bawah stAndar.
Perubahan
kebijakan ini hendaknya tidak membuat semangat belajar Anda kendor. Jangan
hanya berfikir : yang penting lulus! Berpikirlah untuk meraih nilai yang
memuaskan! Memangnya kenapa sih nilai UN itu harus bagus? Ada beberapa alasan
yang harus Anda ketahui.
Pertama, soal
nama baik. UN adalah pertaruhan nama baik. Dalam hal ini, nama baik sekolah
Anda, guru Anda, orang tua Anda dan diri Anda sendiri dipertaruhkan. Apakah
Anda tidak malu meskipun lulus, nilai UN anda jelek?
Kedua, UN
adalah bagian dari sejarah hidup anda. Ingat, nilai yang anda peroleh akan
menjadi bagian dari hidup anda yang tidak dapat dihapus. Jika nilai UN anda
bagus, berarti anda telah menoreh tinta emas dalam sejarah hidup anda. Anda
tentunya tidak ingin menodai sejarah kehidupan anda dengan nilai UN yang jelek,
buklan?
Ketiga, nilai
UN akan menjadi salah satu penentu kelanjutan belajar anda di jenjang perguruan
tinggi. Tahun ini, UN menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi
penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Perguruan tinggi favorit tentu
akan dipenuhi dengan calon mahasiswa yang bernilai UN tinggi dalam proses
seleksinya. Bayangkan betapa sedihnya anda jika harapan anda masuk perguruan
tinggi favorit pupus hanya dikarenakan nilai UN yang jelek.
Jadi, anggapan
bahwa kelulusan tahun ini lebih longgar dari tahun lalu adalah anggapan yang
menyesatkan, anggapan yang dapat membuat anda terlena. Persoalannya bukan
mengenai lulus atau tidak lulus, mealinkan menyangkut nama baik. Jangan samapai
anda merasa malu dan kecewa setelah UN 2015 nanti. Giatlah belajar lebih dari
biasanya. Jika anda merasa lelah, capek atau apapun, kompetitor anda tentunya
juga merasakan hal yang sama.



0 komentar:
Posting Komentar