Masa SMA merupakan masa yang tak terlupakan. Entah itu karena banyak bercandanya, banyak
sengsaranya gara-gara jadi aktivis di sekolah atau karena kejahilan teman-teman
yang sangat gokil. Tetapi, salah satu hal yang sangat berpengaruh bagi
kehidupan kita di masa ini adalah waktu kelas XII. Mengapa demikian? Karena
pada saat itu kita lagi galau-galaunya mikirin masa depan kita. Mau jadi apa
kita di masa depan, setelah lulus harus lanjut kemana, kuliah ngambil jurusan
apa, itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul pada diri kita.
Banyak dari kita yang ngotot banget untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan dalih ingin dapat gelar sarjana, ingin pekerjaan yang mapan, dan ingin menjadi kaya raya. Emangnya, setelah dapetin itu semua, kamu mau ngapain? Fakta menunjukkan, tidak semua sarjana dapat meraih kesuksesan begitu juga sebaliknya. Misalnya Presiden Joko Widodo,Ridwan Kamil (walikota Bandung), Samsul Azhar (walikota Kediri), Susi Pudji Astuti (Menteri Kelautan), Mark Zuckerberg (Founder Facebook), antara program studi yang mereka ambil dan profesi yang mereka jabat sangat berbeda, bahkan beberapa diantara mereka bukanlah sarjana tetapi mereka dapat meraih kesuksesan. Dari sini akan muncul suatu pertanyaan, lantas untuk pakah kuliah itu? Disini saya mau membuka sudut pandang lain mengenai fungsi dari kuliah itu sendiri.
Menurut beberapa referensi yang saya baca, salah satu fungsi dari kuliah adalah sebagai sarana pendidikan guna mendewasakan mindset atau pola pikir kita. Ketika kita masih SMA, mungkin kebanyakan dari kita masih mempunyai pola pikir yang kekanak-kanakkan. Oleh karena itu, ketika kita kuliah, kita akan dilatih untuk menghadapi masalah-masalah, cara berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, mengatur skala prioritas dan lain sebagainya. Semua itu akan sangat kita butuhkan ketika kita sudah memasuki dunia kerja dan masyarakat nanti.
Kemudian yang kedua, sebagai usaha kita dalam mempelajari fenomena-fenomena yang terdapat di alam ini, guna mencari solusi untuk memecahkan segala bentuk permasalahan yang ada. Ketika kita kuliah nanti, salah satu tolak ukur kelulusan kita adalah tugas akhir yang bernama skripsi. Waktu itu, kita harus melakukan penelitian yang dapat dijadikan sebagai solusi atas suatu permasalahan.
Dan yang terakhir adalah sebagai sarana untuk melatih skill kita. Memang sih sebenarnya tanpa kuliah pun skill kita juga bisa meningkat. Tapi nilai plusnya adalah ketika kita kuliah, kita tidak hanya mendalamai hal-hal yang praktis, tetapi juga mendalami hal-hal yang teoritis, sehingga dari situ kreatifitas kita juga akan berkembang, kita bisa menemukan inovasi-inovasi yang baru untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.
Kesimpulannya, kuliah bukanlah sarana untuk menggapai suatu pekerjaan yang mapan, melainkan sebuah proses pendewasaan pola pikir dan sarana melatih skill kita dalam mencari jalan keluar atas suatu masalah, demi membangun/mengabdi kepada masyarakat. Sebnarnya tanpa kuliah pun kita masih bisa melakukan hal tersebut, akan tetapi jika kita tidak bisa atau kesulitan mempelajari sesuatu secara otodidak, masih belum biasa menghadapi konflik, belum peka terhadap masalah-masalah, sebaiknya kita ambil saja kuliah di salah satu perguruan tinggi dan rasakanlah manis pahitnya kehidupan.



0 komentar:
Posting Komentar