Kabar gembira
untuk kita semua. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, atau yang
lebih dikenal dengan nama SNMPTN, akan resmi dibuka pada tanggal 13 Februari
2015. Tentunya kalian, siswa kelas XII sangat menantikan hal ini. Bagaimana
tidak? Lima puluh persen mahasiswa baru yang dibutuhkan PTN diambil dari
seleksi ini. Dan yang terpenting adalah TANPA TES.
Beberapa orang
mengatakan bahwa SNMPTN itu hanya mengandalkan keberuntungan saja. Tapi saya
pribadi tidak setuju dengan itu. Segala sesuatu itu terjadi karena ada
sebabnya. Dan segala penyebab itu bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang ada. Memang benar, beberapa kejadian menunjukkan beberapa siswa yang
bernilai sedang dapat mengalahkan beberapa siswa dengan nilai yang tinggi, dan
dari sekolah favorit. Lantas, apakah kita bisa menyebut hal ini sebagai
keberuntungan? Tentunya tidak. Orang-orang akademisi itu pintar-pintar.
Tentunya mereka menyeleksi calon mahasiswanya tidak tanpa pertimbangan. Tentu
ada faktor lain yang dapat membuat mereka lolos mengalahkan siswa dengan nilai
yang lebih tinggi.
Setelah
mencari beberapa referensi di media cetak dan maya, ternyata memang ada faktor
lain selain rapor, yang dijadikan sebagai parameter dalam meloloskan calon
mahasiswa baru. Lalu apa saja faktor-faktor tersebut?
1.
Rangking sekolah
Rangking sekolah disini selain
akreditasi sekolah juga rata-rata nilai UN sekolah dibandingkan dengan sekolah
lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya ikut seminar kampus, ternyata beberapa
kampus itu mempunyai data sendiri mengenai peringkat sekolah. Belum tentu
sekolah berakreditasi bagus juga dianggap bagus oleh mereka.
2.
Prestasi non-akademik siswa
Selain nilai-nilai akademik,
ternyata pihak kampus itu juga memperhatikan prestasi non-akademik. Jadi bagi
kalian yang sejak kelas X hanya fokus mengembangkan bakat dan agak ketinggalan
di bagian akademik, jangan takut. Masih ada secercah harapan.
3.
Prestasi alumni sekolah
selama duduk di bangku kuliah
Meskipun sudah masuk PTN, ternyata
tidak serta merta kita dapat bersantai-santai. Proses belajar kita selama di
PTN kelak juga akan dijadikan pertimbangan untuk menyeleksi adik-adik kelas
kita.
4.
Rasio pendaftar dan yang
diterima tahun lalu
Nggak tau juga kenapa hal ini
dijadikan sebagai pertimbangan. Mungkin dari sini, pihak kampus dapat
mengetahui bahwa sekolah kita memang pantas untuk masuk ke kampus tersebut,
karena terbukti dengan banyaknya siswa
sekolah kita yang masuk ke kampus tersebut.
5.
Track record sekolah
Track record sekolah itu rekam jejak
sekolah kita. Jadi dalam tahun-tahun sebelumnya, pencapaian apa saja yang telah
dicapai sekolah kita, apakah sekolah kita mendapat pandangan yang baik dari
masyarakat atau sebaliknya.
6.
Hasil UN (Enas)
Meskipun pengaruhnya kecil (hanya 5%-10%), tetap saja kita
harus menjadi yang terbaik di setiap kategori penilaian pihak kampus dalam
menyeleksi calon mahasiswa baru.
Jadi intinya
adalah, kita harus mengetahui hal apa yang membuat kita pantas untuk diloloskan
oleh pihak kampus, dibandingkan dengan siswa lainnya. Kita harus mempunyai
suatu hal yang positif, yang menonjol,
sehingga pihak kampus itu mau memasukkan kita. Ibaratnya, kita adalah barang
dagangan dan pihak kampus adalah pembelinya. Pastinya setiap pembeli tidak akan
mau menerima barang yang kurang baik.
Satu hal lagi
yang penting, jika kita tidak lulus SNMPTN, kita tidak boleh patah semangat.
Masih ada banyak jalur-jalur lainnya, masih banyak universitas-universitas
lainnya yang mau menerima kita. Keberhasilan kita ditentukan oleh tangan kita
sendiri, tidak ditentukan oleh pihak kampus manapun.


0 komentar:
Posting Komentar