Sabtu, 28 Februari 2015

Nilai UN Ngaruh Nggak Sih?


Ada yang berbeda dari pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut menyangkut penentuan kelulusan peserta didik. Jika pada tahun sebelumnya penentuan kelulusan berdasar kriteria kelulusan yang dibuat pemerintah, tahun ini kriteria kelulusan ditentukan oleh tiap-tiap satuan pendidikan. Artinya, Anda lulus atau tidak ditentukan sekolah Anda.
Wah, kalau begitu nggak masalah kan kalau nilainya jelek, yang penting kan lulus, jadi nggak apa-apa kan kalau nggak susah payah belajar. Begitukah?
Sepintas, penentuan kelulusan tahun ini lebih mudah dari tahun lalu, nyatanya tidak. Mengapa? Sekolah Anda tentu memiliki stAndar kelulusannya masing-masing. Tentu saja sekolah Anda mempunyai pertimbangan  dan tidak begitu mudahnya meluluskan Anda. Sekolah Anda tentu malu meluluskan peserta didiknya yang memiliki nilai jauh di bawah stAndar.
Perubahan kebijakan ini hendaknya tidak membuat semangat belajar Anda kendor. Jangan hanya berfikir : yang penting lulus! Berpikirlah untuk meraih nilai yang memuaskan! Memangnya kenapa sih nilai UN itu harus bagus? Ada beberapa alasan yang harus Anda ketahui.
Pertama, soal nama baik. UN adalah pertaruhan nama baik. Dalam hal ini, nama baik sekolah Anda, guru Anda, orang tua Anda dan diri Anda sendiri dipertaruhkan. Apakah Anda tidak malu meskipun lulus, nilai UN anda jelek?
Kedua, UN adalah bagian dari sejarah hidup anda. Ingat, nilai yang anda peroleh akan menjadi bagian dari hidup anda yang tidak dapat dihapus. Jika nilai UN anda bagus, berarti anda telah menoreh tinta emas dalam sejarah hidup anda. Anda tentunya tidak ingin menodai sejarah kehidupan anda dengan nilai UN yang jelek, buklan?
Ketiga, nilai UN akan menjadi salah satu penentu kelanjutan belajar anda di jenjang perguruan tinggi. Tahun ini, UN menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Perguruan tinggi favorit tentu akan dipenuhi dengan calon mahasiswa yang bernilai UN tinggi dalam proses seleksinya. Bayangkan betapa sedihnya anda jika harapan anda masuk perguruan tinggi favorit pupus hanya dikarenakan nilai UN yang jelek.
Jadi, anggapan bahwa kelulusan tahun ini lebih longgar dari tahun lalu adalah anggapan yang menyesatkan, anggapan yang dapat membuat anda terlena. Persoalannya bukan mengenai lulus atau tidak lulus, mealinkan menyangkut nama baik. Jangan samapai anda merasa malu dan kecewa setelah UN 2015 nanti. Giatlah belajar lebih dari biasanya. Jika anda merasa lelah, capek atau apapun, kompetitor anda tentunya juga merasakan hal yang sama.

Juara


Jalan hidupmu panjang..
Masa depan terbentang..
Langkahkanlah kakimu..
Menuju impianmu..
Gunakanlah akalmu..
Tebalkanlah imanmu..
Jauhilah nafsumu..
Gapailah cita-citamu..
Kau sang juara di dunia ini..
Jadikan hidupmu lebih berarti..
Gunakan akalmu untuk berkreasi..
Jadilah insani penuh prestasi..

First Glory


Pada bulan Oktober 2013, MAN 3 berhasil meloloskan dua timnya untuk mengikuti lomba poster ilmiah di Fakultas Teknik Kimia Universitas Indonesia di Depok. Ini adalah pertama kalinya bagi saya dan kawan-kawan untuk mengikuti perlombaan di luar kota. Kami berangkat naik kereta api, dan transit dulu di Bandung selama 6 jam. Ini adalah pertama kalinya kami menginjakkan kaki di kota Bandung. Ketika tiba disana, kami malah bingung mau ngapain. Kami tidak punya teman/saudara yang tinggal di Bandung. Akhirnya kami memustuskan untuk mengunjungi salah satu kampus ternama di kota itu, yaitu Institut Teknologi Bandung. Kami ke sana naik angkot, dan ternyata kami salah naik angkot, sehingga kami kebablasan hingga sampai di Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah itu kami balik lagi, dan akhirnya tiba di ITB. Setelah dari sana kami kembali ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, kami melanjutkan perjalanan menggunakan KRL. Kami tiba di stasiun UI dan dijemput oleh kakak-kakak alumni. Besoknya, kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya kami di hadapan dewan juri. Alhamdulillah, dari MAN 3 Kediri diberi kelancaran ketika presentasi. Lalu tiba di sesi voting poster favorit. Disini, kami harus menarik orang sebanyak-banyaknya untuk memberikan vote pada poster kami.

Sore harinya, adalah waktu pengumuman perlombaan. Dan akhirnya, tim kami mendapat Juara I pada lomba tersebut. Setelah itu kami kembali ke kos alumni, dan esoknya, kami jalan-jalan mengelilingi kampus UI. Kami sempat bermain sepak bola di halaman Balairung, mengunjungi Science Park UI, duduk-duduk di depan Perpustakaan UI, yang katanya terbesar se-Asia, Mengelilingi UI Woods, dan juga sempat berfoto di depan bangunan yang paling populer, yaitu di depan gedung rektorat.

Dampak Terlalu Sering Nonton Anime


Anime, film kartun buatan Jepang ini memang sedang mendunia di era ini. Tak hanya anak-anak SD yang gemar melihat anime, tapi anak SMA sampai orang dewasa pun juga tak ketinggalan tayangan sarat hiburan ini. Dibalik kecintaan terhadap anime, ada dampak positif dan negatif yang muncul bagi para penggemarnya. Berikut adalah beberapa dampak bertentangan yang menonjol jika terlalu sering nonton film anime.
Dampak Positif:
1.       Termotivasi untuk selalu berlatih keras untuk meraih cita-cita. Di setiap anime, tokoh anime pada umumnya harus berusaha keras untuk mencapai seperti apa yang diharapkannya. Ketika mereka gagal, mereka akan selalu berusaha lebih keras lagi untuk bangkit lagi. Semangat seperti inilah yang harus ditiru. (Digambarkan oleh karakter Naruto dan Luffy dalam One Piece)
2.       Meningkatkan kreativitas, mengajak untuk berifikir cermat dalam mencari sebuah jalan keluar dari suatu permasalahan. (Digambarkan oleh karakter Conan dalam Detective Conan dan Kyu dalam Detective School Q)
3.       Mengajak untuk selalu bekerja sama dan percaya dengan rekan tim dalam menghadapi segala permasalahan bersama. (Digambarkan dalam anime Eye Shield dan Captain Tsubasa)
4.       Mengajarkan arti penting persahabatan dan tolong menolong. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus banyak berbuat baik karena kita tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Merupakan kebahagiaan tersendiri jika kita dapat menolong orang lain. (Digambarkan dalam anime Sket Dance dan One Piece)
Dampak Negatif
1.       Menjadikan penonton terlalu sering berkhayal dengan hal-hal yang mustahil dalam dunia anime. Seperti mempunyai kekuatan magis dalam Bleach atau mempunyai kekuatan buah setan seperti dalam One Piece.
2.       Sulit bersosialisasi, fans berat anime lebih suka bersosialisasi dengan orang-orang yang mempunyai kesukaan sama dengan mereka.
3.       Membuat ketergantungan. Terkadang karena sangat penasaran dengan kelanjutan anime kesukaan kita, kita menjadikan anime itu sebagai kebutuhan dalam hidup yang harus dipenuhi. Hal inilah yang membuat kita menjdai ketagihan dengan anime dan mebuat kita malas beraktivitas.
4.       Lupa segalanya, inilah dampak negatif yang paling berbahaya. Kita dapat saja melupakan ibadah, belajar, makan, istrahat dan berbagai kegiatan penting lainnya hanya untuk menonton anime.
Nah, begitulah dampak postif dan negatif dari anime. Alangkah baiknya kita harus memilah-milah film anime yang baik untuk kita. Selain film-film di atas, terkadang ada anime yang diselipkan gambar-gambar pornografi, sedangkan kita tahu bahwa pornografi dapat merusak fungsi dan mengganggu kesehatan otak. Selain mendapat kerugian dari sisi biologis, pasti kita juga akan mendapat rugi dari sisi spiritual/agama.

Rabu, 11 Februari 2015

Brace Your Self! SNMPTN Sebentar lagi




Kabar gembira untuk kita semua. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, atau yang lebih dikenal dengan nama SNMPTN, akan resmi dibuka pada tanggal 13 Februari 2015. Tentunya kalian, siswa kelas XII sangat menantikan hal ini. Bagaimana tidak? Lima puluh persen mahasiswa baru yang dibutuhkan PTN diambil dari seleksi ini. Dan yang terpenting adalah TANPA TES.
Beberapa orang mengatakan bahwa SNMPTN itu hanya mengandalkan keberuntungan saja. Tapi saya pribadi tidak setuju dengan itu. Segala sesuatu itu terjadi karena ada sebabnya. Dan segala penyebab itu bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada. Memang benar, beberapa kejadian menunjukkan beberapa siswa yang bernilai sedang dapat mengalahkan beberapa siswa dengan nilai yang tinggi, dan dari sekolah favorit. Lantas, apakah kita bisa menyebut hal ini sebagai keberuntungan? Tentunya tidak. Orang-orang akademisi itu pintar-pintar. Tentunya mereka menyeleksi calon mahasiswanya tidak tanpa pertimbangan. Tentu ada faktor lain yang dapat membuat mereka lolos mengalahkan siswa dengan nilai yang lebih tinggi.
Setelah mencari beberapa referensi di media cetak dan maya, ternyata memang ada faktor lain selain rapor, yang dijadikan sebagai parameter dalam meloloskan calon mahasiswa baru. Lalu apa saja faktor-faktor tersebut?
1.       Rangking sekolah
Rangking sekolah disini selain akreditasi sekolah juga rata-rata nilai UN sekolah dibandingkan dengan sekolah lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya ikut seminar kampus, ternyata beberapa kampus itu mempunyai data sendiri mengenai peringkat sekolah. Belum tentu sekolah berakreditasi bagus juga dianggap bagus oleh mereka.
2.       Prestasi non-akademik siswa
Selain nilai-nilai akademik, ternyata pihak kampus itu juga memperhatikan prestasi non-akademik. Jadi bagi kalian yang sejak kelas X hanya fokus mengembangkan bakat dan agak ketinggalan di bagian akademik, jangan takut. Masih ada secercah harapan.
3.       Prestasi alumni sekolah selama duduk di bangku kuliah
Meskipun sudah masuk PTN, ternyata tidak serta merta kita dapat bersantai-santai. Proses belajar kita selama di PTN kelak juga akan dijadikan pertimbangan untuk menyeleksi adik-adik kelas kita.
4.       Rasio pendaftar dan yang diterima tahun lalu
Nggak tau juga kenapa hal ini dijadikan sebagai pertimbangan. Mungkin dari sini, pihak kampus dapat mengetahui bahwa sekolah kita memang pantas untuk masuk ke kampus tersebut, karena terbukti  dengan banyaknya siswa sekolah kita yang masuk ke kampus tersebut.
5.       Track record sekolah
Track record sekolah itu rekam jejak sekolah kita. Jadi dalam tahun-tahun sebelumnya, pencapaian apa saja yang telah dicapai sekolah kita, apakah sekolah kita mendapat pandangan yang baik dari masyarakat atau sebaliknya.
6.       Hasil UN (Enas)
Meskipun pengaruhnya kecil (hanya 5%-10%), tetap saja kita harus menjadi yang terbaik di setiap kategori penilaian pihak kampus dalam menyeleksi calon mahasiswa baru.

Jadi intinya adalah, kita harus mengetahui hal apa yang membuat kita pantas untuk diloloskan oleh pihak kampus, dibandingkan dengan siswa lainnya. Kita harus mempunyai suatu hal yang positif,  yang menonjol, sehingga pihak kampus itu mau memasukkan kita. Ibaratnya, kita adalah barang dagangan dan pihak kampus adalah pembelinya. Pastinya setiap pembeli tidak akan mau menerima barang yang kurang baik.
Satu hal lagi yang penting, jika kita tidak lulus SNMPTN, kita tidak boleh patah semangat. Masih ada banyak jalur-jalur lainnya, masih banyak universitas-universitas lainnya yang mau menerima kita. Keberhasilan kita ditentukan oleh tangan kita sendiri, tidak ditentukan oleh pihak kampus manapun.

“Donna Donna”, Sebuah Filosofi Hidup


            Mungkin beberapa di antara kalian sudah ada yang pernah menonton film Soe Hok Gie. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang mahasiswa UI, yang juga menjadi aktivis di sekitar tahun 1965-1966. Dia adalah salah satu pemuda yang melawan keberadaan tirani di negeri Indonesia kala itu. Di dalam film tersebut, terdapat sebuah adegan dimana sekelompok orang berkumpul untuk mendengarkan musik dari salah satu mahasiswi bersuara merdu. Dan lagu yang dimainkan adalah Donna Donna, karya Joan Baez. Sebuah lagu yang memiliki makna yang sangat dalam. Kalau ada yang belum tahu, nih saya kasih liriknya.

Donna Donna
On a wagon bound for market
There’s a calf with a mournful eye
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

“Stop complaining!” said the farmer,
“who told you a calf to be?”
Why don’t you have wings to fly with,
Like the swallow so proud and free?”

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

Calves are easily bound and slaughtered,
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom,
Like the swallow has learned to fly

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

Kata Gie dalam film tersebut, lagu ini mempunyai pesan bahwa kita sebagai manusia tidak boleh menerima nasib buruk yang menimpa kita begitu saja. Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan sebagaimana anak sapi, yang hidup hanya untuk dibunuh, hanya untuk dijadikan makanan dan tidak mempunyai kebebasan. Tapi, kita harus hidup layaknya burung, yang terus berjuang dengan belajar sehingga dapat mendapatkan kebebasannya.

Sekedar Tahu

 

© 2013 Alfaruq Ant's Blog. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top