Sabtu, 28 Februari 2015

Nilai UN Ngaruh Nggak Sih?


Ada yang berbeda dari pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut menyangkut penentuan kelulusan peserta didik. Jika pada tahun sebelumnya penentuan kelulusan berdasar kriteria kelulusan yang dibuat pemerintah, tahun ini kriteria kelulusan ditentukan oleh tiap-tiap satuan pendidikan. Artinya, Anda lulus atau tidak ditentukan sekolah Anda.
Wah, kalau begitu nggak masalah kan kalau nilainya jelek, yang penting kan lulus, jadi nggak apa-apa kan kalau nggak susah payah belajar. Begitukah?
Sepintas, penentuan kelulusan tahun ini lebih mudah dari tahun lalu, nyatanya tidak. Mengapa? Sekolah Anda tentu memiliki stAndar kelulusannya masing-masing. Tentu saja sekolah Anda mempunyai pertimbangan  dan tidak begitu mudahnya meluluskan Anda. Sekolah Anda tentu malu meluluskan peserta didiknya yang memiliki nilai jauh di bawah stAndar.
Perubahan kebijakan ini hendaknya tidak membuat semangat belajar Anda kendor. Jangan hanya berfikir : yang penting lulus! Berpikirlah untuk meraih nilai yang memuaskan! Memangnya kenapa sih nilai UN itu harus bagus? Ada beberapa alasan yang harus Anda ketahui.
Pertama, soal nama baik. UN adalah pertaruhan nama baik. Dalam hal ini, nama baik sekolah Anda, guru Anda, orang tua Anda dan diri Anda sendiri dipertaruhkan. Apakah Anda tidak malu meskipun lulus, nilai UN anda jelek?
Kedua, UN adalah bagian dari sejarah hidup anda. Ingat, nilai yang anda peroleh akan menjadi bagian dari hidup anda yang tidak dapat dihapus. Jika nilai UN anda bagus, berarti anda telah menoreh tinta emas dalam sejarah hidup anda. Anda tentunya tidak ingin menodai sejarah kehidupan anda dengan nilai UN yang jelek, buklan?
Ketiga, nilai UN akan menjadi salah satu penentu kelanjutan belajar anda di jenjang perguruan tinggi. Tahun ini, UN menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN. Perguruan tinggi favorit tentu akan dipenuhi dengan calon mahasiswa yang bernilai UN tinggi dalam proses seleksinya. Bayangkan betapa sedihnya anda jika harapan anda masuk perguruan tinggi favorit pupus hanya dikarenakan nilai UN yang jelek.
Jadi, anggapan bahwa kelulusan tahun ini lebih longgar dari tahun lalu adalah anggapan yang menyesatkan, anggapan yang dapat membuat anda terlena. Persoalannya bukan mengenai lulus atau tidak lulus, mealinkan menyangkut nama baik. Jangan samapai anda merasa malu dan kecewa setelah UN 2015 nanti. Giatlah belajar lebih dari biasanya. Jika anda merasa lelah, capek atau apapun, kompetitor anda tentunya juga merasakan hal yang sama.

Juara


Jalan hidupmu panjang..
Masa depan terbentang..
Langkahkanlah kakimu..
Menuju impianmu..
Gunakanlah akalmu..
Tebalkanlah imanmu..
Jauhilah nafsumu..
Gapailah cita-citamu..
Kau sang juara di dunia ini..
Jadikan hidupmu lebih berarti..
Gunakan akalmu untuk berkreasi..
Jadilah insani penuh prestasi..

First Glory


Pada bulan Oktober 2013, MAN 3 berhasil meloloskan dua timnya untuk mengikuti lomba poster ilmiah di Fakultas Teknik Kimia Universitas Indonesia di Depok. Ini adalah pertama kalinya bagi saya dan kawan-kawan untuk mengikuti perlombaan di luar kota. Kami berangkat naik kereta api, dan transit dulu di Bandung selama 6 jam. Ini adalah pertama kalinya kami menginjakkan kaki di kota Bandung. Ketika tiba disana, kami malah bingung mau ngapain. Kami tidak punya teman/saudara yang tinggal di Bandung. Akhirnya kami memustuskan untuk mengunjungi salah satu kampus ternama di kota itu, yaitu Institut Teknologi Bandung. Kami ke sana naik angkot, dan ternyata kami salah naik angkot, sehingga kami kebablasan hingga sampai di Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah itu kami balik lagi, dan akhirnya tiba di ITB. Setelah dari sana kami kembali ke stasiun untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, kami melanjutkan perjalanan menggunakan KRL. Kami tiba di stasiun UI dan dijemput oleh kakak-kakak alumni. Besoknya, kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya kami di hadapan dewan juri. Alhamdulillah, dari MAN 3 Kediri diberi kelancaran ketika presentasi. Lalu tiba di sesi voting poster favorit. Disini, kami harus menarik orang sebanyak-banyaknya untuk memberikan vote pada poster kami.

Sore harinya, adalah waktu pengumuman perlombaan. Dan akhirnya, tim kami mendapat Juara I pada lomba tersebut. Setelah itu kami kembali ke kos alumni, dan esoknya, kami jalan-jalan mengelilingi kampus UI. Kami sempat bermain sepak bola di halaman Balairung, mengunjungi Science Park UI, duduk-duduk di depan Perpustakaan UI, yang katanya terbesar se-Asia, Mengelilingi UI Woods, dan juga sempat berfoto di depan bangunan yang paling populer, yaitu di depan gedung rektorat.

Dampak Terlalu Sering Nonton Anime


Anime, film kartun buatan Jepang ini memang sedang mendunia di era ini. Tak hanya anak-anak SD yang gemar melihat anime, tapi anak SMA sampai orang dewasa pun juga tak ketinggalan tayangan sarat hiburan ini. Dibalik kecintaan terhadap anime, ada dampak positif dan negatif yang muncul bagi para penggemarnya. Berikut adalah beberapa dampak bertentangan yang menonjol jika terlalu sering nonton film anime.
Dampak Positif:
1.       Termotivasi untuk selalu berlatih keras untuk meraih cita-cita. Di setiap anime, tokoh anime pada umumnya harus berusaha keras untuk mencapai seperti apa yang diharapkannya. Ketika mereka gagal, mereka akan selalu berusaha lebih keras lagi untuk bangkit lagi. Semangat seperti inilah yang harus ditiru. (Digambarkan oleh karakter Naruto dan Luffy dalam One Piece)
2.       Meningkatkan kreativitas, mengajak untuk berifikir cermat dalam mencari sebuah jalan keluar dari suatu permasalahan. (Digambarkan oleh karakter Conan dalam Detective Conan dan Kyu dalam Detective School Q)
3.       Mengajak untuk selalu bekerja sama dan percaya dengan rekan tim dalam menghadapi segala permasalahan bersama. (Digambarkan dalam anime Eye Shield dan Captain Tsubasa)
4.       Mengajarkan arti penting persahabatan dan tolong menolong. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus banyak berbuat baik karena kita tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat. Merupakan kebahagiaan tersendiri jika kita dapat menolong orang lain. (Digambarkan dalam anime Sket Dance dan One Piece)
Dampak Negatif
1.       Menjadikan penonton terlalu sering berkhayal dengan hal-hal yang mustahil dalam dunia anime. Seperti mempunyai kekuatan magis dalam Bleach atau mempunyai kekuatan buah setan seperti dalam One Piece.
2.       Sulit bersosialisasi, fans berat anime lebih suka bersosialisasi dengan orang-orang yang mempunyai kesukaan sama dengan mereka.
3.       Membuat ketergantungan. Terkadang karena sangat penasaran dengan kelanjutan anime kesukaan kita, kita menjadikan anime itu sebagai kebutuhan dalam hidup yang harus dipenuhi. Hal inilah yang membuat kita menjdai ketagihan dengan anime dan mebuat kita malas beraktivitas.
4.       Lupa segalanya, inilah dampak negatif yang paling berbahaya. Kita dapat saja melupakan ibadah, belajar, makan, istrahat dan berbagai kegiatan penting lainnya hanya untuk menonton anime.
Nah, begitulah dampak postif dan negatif dari anime. Alangkah baiknya kita harus memilah-milah film anime yang baik untuk kita. Selain film-film di atas, terkadang ada anime yang diselipkan gambar-gambar pornografi, sedangkan kita tahu bahwa pornografi dapat merusak fungsi dan mengganggu kesehatan otak. Selain mendapat kerugian dari sisi biologis, pasti kita juga akan mendapat rugi dari sisi spiritual/agama.

Rabu, 11 Februari 2015

Brace Your Self! SNMPTN Sebentar lagi




Kabar gembira untuk kita semua. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, atau yang lebih dikenal dengan nama SNMPTN, akan resmi dibuka pada tanggal 13 Februari 2015. Tentunya kalian, siswa kelas XII sangat menantikan hal ini. Bagaimana tidak? Lima puluh persen mahasiswa baru yang dibutuhkan PTN diambil dari seleksi ini. Dan yang terpenting adalah TANPA TES.
Beberapa orang mengatakan bahwa SNMPTN itu hanya mengandalkan keberuntungan saja. Tapi saya pribadi tidak setuju dengan itu. Segala sesuatu itu terjadi karena ada sebabnya. Dan segala penyebab itu bisa jadi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ada. Memang benar, beberapa kejadian menunjukkan beberapa siswa yang bernilai sedang dapat mengalahkan beberapa siswa dengan nilai yang tinggi, dan dari sekolah favorit. Lantas, apakah kita bisa menyebut hal ini sebagai keberuntungan? Tentunya tidak. Orang-orang akademisi itu pintar-pintar. Tentunya mereka menyeleksi calon mahasiswanya tidak tanpa pertimbangan. Tentu ada faktor lain yang dapat membuat mereka lolos mengalahkan siswa dengan nilai yang lebih tinggi.
Setelah mencari beberapa referensi di media cetak dan maya, ternyata memang ada faktor lain selain rapor, yang dijadikan sebagai parameter dalam meloloskan calon mahasiswa baru. Lalu apa saja faktor-faktor tersebut?
1.       Rangking sekolah
Rangking sekolah disini selain akreditasi sekolah juga rata-rata nilai UN sekolah dibandingkan dengan sekolah lainnya. Beberapa waktu yang lalu saya ikut seminar kampus, ternyata beberapa kampus itu mempunyai data sendiri mengenai peringkat sekolah. Belum tentu sekolah berakreditasi bagus juga dianggap bagus oleh mereka.
2.       Prestasi non-akademik siswa
Selain nilai-nilai akademik, ternyata pihak kampus itu juga memperhatikan prestasi non-akademik. Jadi bagi kalian yang sejak kelas X hanya fokus mengembangkan bakat dan agak ketinggalan di bagian akademik, jangan takut. Masih ada secercah harapan.
3.       Prestasi alumni sekolah selama duduk di bangku kuliah
Meskipun sudah masuk PTN, ternyata tidak serta merta kita dapat bersantai-santai. Proses belajar kita selama di PTN kelak juga akan dijadikan pertimbangan untuk menyeleksi adik-adik kelas kita.
4.       Rasio pendaftar dan yang diterima tahun lalu
Nggak tau juga kenapa hal ini dijadikan sebagai pertimbangan. Mungkin dari sini, pihak kampus dapat mengetahui bahwa sekolah kita memang pantas untuk masuk ke kampus tersebut, karena terbukti  dengan banyaknya siswa sekolah kita yang masuk ke kampus tersebut.
5.       Track record sekolah
Track record sekolah itu rekam jejak sekolah kita. Jadi dalam tahun-tahun sebelumnya, pencapaian apa saja yang telah dicapai sekolah kita, apakah sekolah kita mendapat pandangan yang baik dari masyarakat atau sebaliknya.
6.       Hasil UN (Enas)
Meskipun pengaruhnya kecil (hanya 5%-10%), tetap saja kita harus menjadi yang terbaik di setiap kategori penilaian pihak kampus dalam menyeleksi calon mahasiswa baru.

Jadi intinya adalah, kita harus mengetahui hal apa yang membuat kita pantas untuk diloloskan oleh pihak kampus, dibandingkan dengan siswa lainnya. Kita harus mempunyai suatu hal yang positif,  yang menonjol, sehingga pihak kampus itu mau memasukkan kita. Ibaratnya, kita adalah barang dagangan dan pihak kampus adalah pembelinya. Pastinya setiap pembeli tidak akan mau menerima barang yang kurang baik.
Satu hal lagi yang penting, jika kita tidak lulus SNMPTN, kita tidak boleh patah semangat. Masih ada banyak jalur-jalur lainnya, masih banyak universitas-universitas lainnya yang mau menerima kita. Keberhasilan kita ditentukan oleh tangan kita sendiri, tidak ditentukan oleh pihak kampus manapun.

“Donna Donna”, Sebuah Filosofi Hidup


            Mungkin beberapa di antara kalian sudah ada yang pernah menonton film Soe Hok Gie. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang mahasiswa UI, yang juga menjadi aktivis di sekitar tahun 1965-1966. Dia adalah salah satu pemuda yang melawan keberadaan tirani di negeri Indonesia kala itu. Di dalam film tersebut, terdapat sebuah adegan dimana sekelompok orang berkumpul untuk mendengarkan musik dari salah satu mahasiswi bersuara merdu. Dan lagu yang dimainkan adalah Donna Donna, karya Joan Baez. Sebuah lagu yang memiliki makna yang sangat dalam. Kalau ada yang belum tahu, nih saya kasih liriknya.

Donna Donna
On a wagon bound for market
There’s a calf with a mournful eye
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

“Stop complaining!” said the farmer,
“who told you a calf to be?”
Why don’t you have wings to fly with,
Like the swallow so proud and free?”

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

Calves are easily bound and slaughtered,
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom,
Like the swallow has learned to fly

{Chorus}
How the wind are laughing
They laugh with all their might
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summer’s night
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don
Donna, Donna, Donna, Donna, Donna, Donna,Donna, Don

Kata Gie dalam film tersebut, lagu ini mempunyai pesan bahwa kita sebagai manusia tidak boleh menerima nasib buruk yang menimpa kita begitu saja. Kita tidak boleh pasrah dengan keadaan sebagaimana anak sapi, yang hidup hanya untuk dibunuh, hanya untuk dijadikan makanan dan tidak mempunyai kebebasan. Tapi, kita harus hidup layaknya burung, yang terus berjuang dengan belajar sehingga dapat mendapatkan kebebasannya.

Rabu, 28 Januari 2015

Sholawatan, Antara Sunnah dan Bid’ah, Zuhud dan Hedonis

Sholawatan merupakan suatu ibadah ritual dimana jama’ahnya melantunkan dzikir dan sholawat kepada nabi supaya mendapatkan berkah dan mendekatkan diri kepada Allah. Tidak diketahui kapan dan siapa yang pertama kali melakukan hal ini, namun hingga sekarang hal ini masih menuai pro dan kontra. Disini penulis hanya sekedar menjabarkan mengenai pendapat-pendapat mengenai hal tersebut dari dua sisi secara umum. Berikut penjelasannya.
Dalam suatu riwayat, Rasulullah bersabda “barangsiapa yang mengadakan hal yang baru di dalam urusan kami yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya ditolak”. Dari hadis inilah muncul suatu konsep yang bernama Bid’ah. Beberapa ulama mengatakan bahwa sholawatan merupakan suatu hal yang bid’ah, dan bid’ah adalah suatu kesesatan. Mereka selalu menyerukan untuk meninggalkan segala perkara yang bid’ah, karena hal tersebut dianggap dosa.
Namun di sisi lain, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan setiap bid’ah adalah sesat, yakni apa yang diadakan tanpa dalil padanya dari syari’at baik dengan jalan khusus maupupn umum. Karena dalil inilah, beberapa ulama menyatakan bahwa ada bid’ah yang tidak sesat, yaitu bid’ah yang tidak melanggar syari’at. Sholawat termasuk dalam hal yang tidak menyesatkan, karena menurut dalil Alqur’an, Allah memerintahkan manusia untuk bersholawat kepada Nabi.
Selanjutnya mengenai Sholawatan, termasuk perkara yang zuhud atau hedonis? Zuhud adalah perbuatan seorang hamba yang meninggalkan kesenangan dunia hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan hedonis adalah kebalikannya. Hedonis merupakan kegiatan yang bertujuan untuk bersenang-senang dan hura-hura semata. Kenapa penulis mengaitkan sholawatan dengan kegiatan yang hedonis?
Sholawatan seharusnya merupakan kegiatan yang sakral dan dilakukan dengan penuh kekhusyu’an karena didalamnya terdapat dzikir dan do’a. Akan tetapi, saat ini banyak sekali jama’ah majelis dzikir dan sholawat yang meninggalkan adab dan tata cara dalam sholawat itu sendiri. Mereka suka berhura-hura dan berjoget ria ketika melantunkan sholawat, persis seperti kaum bar-bar yang bersenang-senang sambil bernyanyi-nyanyi. Mereka seperti lupa akan isi dari sholawat itu sendiri. Bahkan, Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf dari  Solo, pernah menegur jama’ahnya supaya tenang dalam bersholawat, tidak joget-jogetan, tidak suit-suitan, tidak bertepuk tangan dan sebagainya. Beliau menghimbau agar tidak melakukan hal tersebut, supaya bisa dibedakan mana majelis dzikir dan sholawat dan mana yang majelis dangdutan.
Lalu bagaimana mengenai hukum dari sholawat itu sendiri. Bagaimana dengan sholawat sambil berjoget-joget itu? Sebenarnya, penulispun juga masih bingung mengenai hal tersebut dikarenakan dangkalnya ilmu yang dimiliki, akan tetapi salah satu guru di MAN 3 Kediri pernah mengatakan, segala sesuatu yang dilarang, hukumnya haram, kecuali ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hal tersebut menjadi halal hukumnya. Yang boleh bisa saja menjadi tidak boleh, dan yang tidak boleh bisa menjadi boleh. Wallahu a’lam bis shawwab.

Selasa, 27 Januari 2015

Tantangan dan Problematika Remaja Islam di Era Industrialisasi


Pada Era industrialisasi ini, perkembangan remaja muslim sangat pesat. Seorang ilmuwan pernah mengatakan bentuk kebudayaan suatu negara dapat ditentukan oleh remajanya sendiri, pertimbangannya mereka pasti menjadi penggantinya. Akan tetapi, perkembangan tersebut dapat menjadi sesuatu yang negatif bagi Islam sendiri, karena berdasarkan teori sosiologi, logika dan sejarah, suatu masyarakat yang hidupnya tenggelam dalam arus industri, cenderung membentuk pemikiran yang sekuler dan atheisme, karena masyarakat sudah dapat memecahkan segala problematikanya. Ketergantungan mereka dengan tuhan yang menguasai alam agak berkurang.
Pada dasarnya, ada dua hambatan yang dapat menyebabkan lepasnya keimanan remaja pada era industri ini. Dua hal tersebut bersumber dari keremajaannya sendiri, dan bersumber dari sosial budaya dan sosial ekonomi, khususnya yang ditimbulkan oleh industrialisasi.
Yang bersumber dari keremajaan meliputi :
1.       Kuatnya seksualitas
Kuatnya seksualitas dapat mengarahkan seorang remaja muslim kepada zina, tentu saja hal ini dapat merusak kehidupan dan masa depan remaja.
2.       Kuatnya semangat
Kuatnya semangat, selain memberikan dampak positif, juga memberikan dampak negatif. Terkadang karena terlalu semangat, seorang remaja dapat menjadi terlalu emosional dalam menghadapi masalah.
3.       Kuatnya rasa ingin tahu
Kuatnya keingintahuan juga dapat mendorong remaja menuju perbuatan yang jelek, misalnya keingintahuan remaja membuatnya menonton film “blue”, memakai narkoba dan sebagainya.
4.       Kurangnya ilmu pengetahuan
Kurangya ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam memecahkan masalah dapat menyebabkan seorang remaja mengambil keputusan yang salah ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Kebenaran disalahkan dan sebaliknya suatu kesalahan dapat dibenarkan.
5.       Kurangnya pengenalan diri
Remaja yang kurang mengenali dirinya sendiri, masih dalam proses mencari jati diri, terkadang tanpa disadari dapat merendahkan karya teman-temannya, bahkan karya para pakar. Hal ini tentunya dapat merusak hubungan persaudaraan, tersebarnya fitnah dan perpecahan.
Yang bersumber dari sosial budaya dan sosial ekonomi masyarakat industri ialah : bergesernya nilai-nilai kebudayaan yang bernafaskan agama, berganti dengan nilai kebudayaan yang berpijak pada materi. Ditinjau dari aspek psikologi, kehidupan masyarakat industri cenderung memikat para remaja, karena didalamnya terdapat kebebasan dalam melakukan segala hal. Idealisme agama bukan suatu yang menarik lagi, minimal mereka hanya menjalankan agama pada sisi ritual-ritualnya saja, sedangkan perhatian terhadap sosial, politik dan ketimpangan-ketimpangan sosial diganti dengan egoisme, individualisme dan pengelompokan yang didasari oleh kesamaan profesi.
Untuk menghadapi hambatan-hambatan tersebut, remaja muslim perlu memiliki kepekaan, kejelian dan kemauan keras untuk menentangnya. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 196-197:
“Janganlah kamu sekali-kali terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri. Itu hanya kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah jahannam dan jahannam itu adalah tempat yang paling buruk”.
Pemecahan tersebut ada tiga prinsip yang harus diperhatikan, yaitu :
1.       Tidak terperdaya oleh kebebasan orang kafir,
2.       Kesenangan yang terdapat dalam kebebasan tersebut adalah kesenangan sementara, setelah itu mereka akan disiksa,
3.       Bertaqwa, meskipun berat pada awalnya, tapi akhirnya akan membuahkan kenikmatan yang kekal, yaitu surga.
Referensi: Buletin Ulul Albab No. 08/Th.II/Oktober 1991

Sabtu, 24 Januari 2015

Kuliah, Buat Apa?

Masa SMA merupakan masa yang tak terlupakan. Entah itu karena banyak bercandanya, banyak sengsaranya gara-gara jadi aktivis di sekolah atau karena kejahilan teman-teman yang sangat gokil. Tetapi, salah satu hal yang sangat berpengaruh bagi kehidupan kita di masa ini adalah waktu kelas XII. Mengapa demikian? Karena pada saat itu kita lagi galau-galaunya mikirin masa depan kita. Mau jadi apa kita di masa depan, setelah lulus harus lanjut kemana, kuliah ngambil jurusan apa, itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul pada diri kita.

Banyak dari kita yang ngotot banget untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan dalih ingin dapat gelar sarjana, ingin pekerjaan yang mapan, dan ingin menjadi kaya raya. Emangnya, setelah dapetin itu semua, kamu mau ngapain? Fakta menunjukkan, tidak semua sarjana dapat meraih kesuksesan begitu juga sebaliknya. Misalnya Presiden Joko Widodo,Ridwan Kamil (walikota Bandung), Samsul Azhar (walikota Kediri), Susi Pudji Astuti (Menteri Kelautan), Mark Zuckerberg (Founder Facebook), antara program studi yang mereka ambil dan profesi yang mereka jabat sangat berbeda, bahkan beberapa diantara mereka bukanlah sarjana tetapi mereka dapat meraih kesuksesan.  Dari sini akan muncul suatu pertanyaan, lantas untuk pakah kuliah itu? Disini saya mau membuka sudut pandang lain mengenai fungsi dari kuliah itu sendiri.

Menurut beberapa referensi yang saya baca, salah satu fungsi dari kuliah adalah sebagai sarana pendidikan guna mendewasakan mindset atau pola pikir kita. Ketika kita masih SMA, mungkin kebanyakan dari kita masih mempunyai pola pikir yang kekanak-kanakkan. Oleh karena itu, ketika kita kuliah, kita akan dilatih untuk menghadapi masalah-masalah, cara berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita, mengatur skala prioritas dan lain sebagainya. Semua itu akan sangat kita butuhkan ketika kita sudah memasuki dunia kerja dan masyarakat nanti.

Kemudian yang kedua, sebagai usaha kita dalam mempelajari fenomena-fenomena yang terdapat di alam ini, guna mencari solusi untuk memecahkan segala bentuk permasalahan yang ada. Ketika kita kuliah nanti, salah satu tolak ukur kelulusan kita adalah tugas akhir yang bernama skripsi. Waktu itu, kita harus melakukan penelitian yang dapat dijadikan sebagai solusi atas suatu permasalahan.

Dan yang terakhir adalah sebagai sarana untuk melatih skill kita. Memang sih sebenarnya tanpa kuliah pun skill kita juga bisa meningkat. Tapi nilai plusnya adalah ketika kita kuliah, kita tidak hanya mendalamai hal-hal yang praktis, tetapi juga mendalami hal-hal yang teoritis, sehingga dari situ kreatifitas kita juga akan berkembang, kita bisa menemukan inovasi-inovasi yang baru untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.

Kesimpulannya, kuliah bukanlah sarana untuk menggapai suatu pekerjaan yang mapan, melainkan sebuah proses pendewasaan pola pikir dan sarana melatih skill kita dalam mencari jalan keluar atas suatu masalah, demi membangun/mengabdi kepada masyarakat. Sebnarnya tanpa kuliah pun kita masih bisa melakukan hal tersebut, akan tetapi jika kita tidak bisa atau kesulitan mempelajari sesuatu secara otodidak, masih belum biasa menghadapi konflik, belum peka terhadap masalah-masalah, sebaiknya kita ambil saja kuliah di salah satu perguruan tinggi dan rasakanlah manis pahitnya kehidupan.

Minggu, 18 Januari 2015

Prolog : Tak Kenal Maka Tak Ajak Kenalan


Sebelumnya salam kenal dari saya. Alhamdulillah akhirnya saya dapat membuat blog, meskipun sangat sederhana dan banyak kurangnya, yang penting ada usaha. Perkenalkan juga, blog ini bernama Furq-Ant, atau Alfaruq Ant, berisi tentang beberapa informasi yang mungkin berguna bagi antum. Mungkin antum bertanya-tanya, kok namanya aneh banget, memang maksudnya apa? Berikut penjelasannya:
Al-Faruq Ant, berasal dari dua kata dari dua bahasa yang berbeda. Al-Faruq mempunyai arti yang membedakan, sedangkan Ant dalam bahasa inggris memiliki arti semut. Kenapa author memilih nama semut dan kenapa harus memiliki sifat “yang berbeda”? Berikut penjelasannya.
Sebagai umat muslim, tentu kita sudah tidak asing dengan beberapa surat yang memiliki nama-nama hewan seperti surat Al-Baqarah (Sapi), An-Nahl (Lebah), Al-Ankabut (Laba-laba), dan surat An-Naml yang memiliki arti semut. Kenapa hewan sekecil itu mendapat penghormatan yang tinggi dari tuhan sehingga disebutkan dalam firman-Nya?
Menurut penelitian, semut merupakan serangga yang eusosial. Artinya semut memiliki sistem sosial atau strata dalam koloninya. Dalam dunia semut, strata tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu semut pekerja, semut jantan, dan ratu semut. Sistem tersebut menyerupai sistem yang ada pada manusia dimana didalamnya ada unsur sipil (semut pekerja), unsur militer (semut jantan) dan ada seorang pemimpin. Oleh karena hal tersebut, penulis mengumpamakan dirinya dengan seekor semut.
Selanjutnya adalah kata “Al-Faruq” yang memiliki arti yang berbeda. Dalam agama Islam, kata Al-Faruq sendiri selalu dikaitkan dengan pembedaan antara yang haq dan bathil. Tetapi disini, author mengaitkannya dengan sudut pandang yang berbeda dari umumnya. Istilah kerennya “out of the box”. Jadi disini penulis mempuyai tujuan untuk mengangkat hal-hal yang jarang sekali dibahas, jarang dipikirkan banyak orang, dan yang jelas berbeda dari biasanya.
Itulah asal-usul nama dari blog ini. Alfaruq Ant, yang mempunyai makna seekor semut yang berbeda, yang biasanya semut itu berjalan dengan berbaris mengikuti temannya, tetapi ia mampu berjalan sendiri melawan arus, karena dia adalah semut yang berbeda. Tapi jika antum merasa keberatan atau tidak suka dengan nama ini, mohon dimaafkan.

Sekedar Tahu

 

© 2013 Alfaruq Ant's Blog. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top